siapkah?

Ada hal yang menarik ketika kita berbicara tentang pemuda. 
Masa muda, yang kata orangtua masa untuk mencari jati diri, bukan lagi membentuk, sebab disini harus sudah pandai memilah dan menentukan apa yang baik untuk dirinya.

Secara terminologi, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak, dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. 

Dengan kata lain, pemuda adalah tahap individu dimana masa emas sedang dilaluinya. Sehingga, sangat disayangkan bilamana masa2 ini tidak dimanfaatkan dengan baik

Siapkah kau menjadi pemuda sebagai penerus masa depan bangsa?

Cukup memukul. Menjawab siap dalam mulutku, tak se-siap dalam aksiku.

Peran pemuda jelas sangat dibutuhkan, sebagai individu dengan karakter yang kuat, sehingga mudah dalam mengatur dan memanage diri bahkan orang2 sekitarnya. 
Lantas, apakah 'masa emas' ini akan kita biarkan berlalu begitu saja? Tanpa menghasilkan dampak positif bagi lingkungan kita?

Kesiapan kita yang akan menjadi bukti. Lisan dan aksi haruslah seimbang. Pemimpin bangsa semakin tua, maka siapakah penerus estafet kepemimpinan di masa yang akan datang?
Kembali lagi, kesiapan kitalah yang dibutuhkan. 

"Berikan aku 10 pemuda, maka akan ku guncang dunia!" -Ir.Soekarno-

Siapkah kau menjadi pemuda yang sholih dan berguna bagi agama?

Pemuda adalah tonggak peradaban Islam, pemikiran yang mumpuni serta semangat dalam belajar menjadi modal dasar yang dimiliki pemuda, [kita(:]

Lantas, mengapa kita harus siap menjadi pemuda yang sholih dan berguna bagi agama?
Perlahan, agama semakin terkikis di atas muka bumi. Nilai serta ajaran moralnya tidak lagi menjadi acuan dalam berkehidupan.

Kebangkitan dan tegaknya haq agama di dunia ini pantas diserukan oleh ia yang berjiwa dinamis dan semangatnya bergelora, yang ucapannya di dengar oleh orang2 masa kini. Siapakah ia? Ya, kita pemuda.

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

19/05/2019
@labibah

Komentar

Postingan Populer