ritme waktu


Hai, pagi

Setitik embun tersisa di pelepah daun
Bekas dingin hujan semalam
Semilir angin meniupnya perlahan
Menjatuhkannya menuju tanah subur itu
Hening, tanpa suara

Hai, siang

Kalong-kalong itu menghilang
Bekas semalaman menyusuri kehidupan
Terik mentari mengajaknya pergi
Mencari pelabuhan mimpinya yang nyaman
Lelap, sunyi, di alamnya sendiri

Hai, sore

Kabarnya mentari akan ditelan sementara
Menyimpan cahaya teriknya
Layaknya malam-malam yang lalu
Sejenak ia menyimpan sinarnya itu
Dan paginya ia datang tak malu-malu

Hai, hari

Kini malam itu datang lagi
Hai, secepat itukah waktu
Andai bisa kuhentikan satu kedipan
Akan kutitip setitik rindu pada waktu
Akan kah ia bisa terulang?


22.03.2017
@masa-akhir-kelas9

Komentar

Postingan Populer