kembali atau pergi
Tentang jiwa yang hilang, atau semoga saja hampir, atau bahkan tidak sama sekali. Kepada segenap hati yang telah memilih bertapak dalam jalan juang ini, sudahkah kau menjawab amanah-amanah itu dnegan sebuah pertanggung jawaban yang menyeluruh?
Ini, bukan soal memenuhi sebuah rencana. bukan pula soal menjawab pertanyaan para pemerhati. Hey,. ini soal keikhlasan serta semangat untuk merubah yang tumbuh dalam dirimu. Tentang janjimu atas teguh dan siap untuk berbakti kepada bumi santri.
Ini, bukan soal memenuhi sebuah rencana. bukan pula soal menjawab pertanyaan para pemerhati. Hey,. ini soal keikhlasan serta semangat untuk merubah yang tumbuh dalam dirimu. Tentang janjimu atas teguh dan siap untuk berbakti kepada bumi santri.
Tentang asa yang pergi tanpa alasan. Akankah waktu mengejarmu dengan percuma? Tidak. Ia menghormati dan memuliakan. Sebab ia tak mau kau malu di penghujung waktu tanpa menghasilkan satu pun tapak yang berguna pada masa-masa yang datang tanpa kau tahu.
Waktu adalah teman. Ia akan ada dimanapun kau berada.
Tentang kebersamaan yang dulu kau andalkan. Sudikah kau bilamana mereka kecewa padamu atas sebuah keputusan? Yang kau tetapkan dengan mata terpejam dan hati yang terkunci. Dulu mereka mendambakanmu atas keadilanmu, maka kini mereka sedih atas keegoisanmu yang berada pada kadar tertinggi.
Waktu adalah teman. Ia akan ada dimanapun kau berada.
Tentang kebersamaan yang dulu kau andalkan. Sudikah kau bilamana mereka kecewa padamu atas sebuah keputusan? Yang kau tetapkan dengan mata terpejam dan hati yang terkunci. Dulu mereka mendambakanmu atas keadilanmu, maka kini mereka sedih atas keegoisanmu yang berada pada kadar tertinggi.
Dan, hey, kemana tangan yang dulu kau satukan dengan tangan-tangan mereka? Dimana letak bahagia kau saat melihat mereka kini meronta dengan penuh tanda tanya dan kecewa?
Tentang masa untuk kembali pada Nya. Kini kau berada pada titik memilih. Memompa jiwa agar bangkit kembali sambil menggenjot asa agar tetap berkobar? Ataukah pergi dengan berjuta persoalan yang belum berhasil terjawabkan?
Kamu adalah dirimu.. Maka hanya dirimulah yang paham kemana kau harus melangkah..
selanjutnya:)
@mihrob-masjid-Alhusna2
20/11/2018
catatan:
Sedikit cerita, alhamdulillah wa innalillah, ane diamanahkan menjadi koordinator bidang dakwah dan ruhiyyah periode 2018/1019 di ma'had ane, Ponpes Husnul Khotimah Kuningan. Tulisan ini ane goreskan saat kondisi ane benar-benar lagi down, ane lupa sama OSHK(osis di ponpes HK). Entah apa yang ane pikirin, hari-hari itu emang banyak banget hal yang menjadi tanggungan dan beban ane. Namun sayangnya, justru bidang Daruh inilah yang justru seharusnya ane utamakan, malah terbengkalai.
Ane sedih, sedih banget. Awal kepengurusan, bidang Daruh sangat menjadi patokan bidang-bidang lain. Mulai dari inoasi programnya yaitu Askariyyah (komunitas penertib masjid), semangat dan ghiroh kerja dari anggotanya, dan juga ukhuwah internal dan eksternalnya. Namun, ketika tengah perjalanan, semangat dari ane pribadi sebagai koor turun. Dan.. hancurlah seketika. Benar kata orang bijak, "Seorang ketua adalah cerminan sebuah organisasi", maka ketika ane semangat, a'dho-a'dho ane semangat. Begitupun sebaliknya, ketika ane lemas, a'dho-a'adho ane pun akan lemas.
Jujur, kondisi seperti ini berjalan selama kurang lebih 1 bulan. Seluruhnya atas kekhilafan ane.
Hingga pada suatu ketika, tepat pada tanggal 20 November 2018/ 12 Rabi'ul Awwal yaitu Maulid Nabi SAW, Daruh mengadakan peringatan hari Besar tersebut. Rangkaiannya mulai dari tahajjud bersama, khataman Qur'an, Nobar Sang Kyai, Dauroh, dan terakhir Munashoroh.
Tepatnya pada pagi dini hari, saat melaksanakan tahajjud, ane menangis. Betapa baiknya Allah, memberi peringatan kepada hambaNya akan kekhilafannya selama ini. Ane tersadar akan kesalahan besar yang telah ane perbuat. Ane tersadar betapa besarnya amanah ane ini, sehingga ketika jatuh, pasti itu akan berpengaruh ke banyak hal. Astagfirullahal'adziim.
Setelah hari itu berlalu, ane merubah jadwal harian ane ini. Dan lebih mentitik fokuskan kepada Daruh. Sebab, ini adalah amanah utama ane dan teman-teman ane. Ane ingin membangkitkan kembali, sebagaimana semangat kami di awal kepengurusan. Semoga saja, kami dimudahkan dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Terakhir, yang selalu ane ingat,,
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ
Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kemampuannya.
Sungguh, rencana Allah ialah yang terbaik.
Iman adakalanya naik turun, tergantung orang yang menyikapinya. Ia meminta pertolongan Allah, atau ia berpaling..

Komentar
Posting Komentar