Perjalanan Suci, Petualangan Baru

"LULUS" sudah menjadi ikon diriku. Kata-kata itu sudah ku pegang, menandakan diriku telah berhasil. Telah.. telah.. bukan berarti tak akan ada lagi rintangan selepas hari itu. Ini barulah langkah awal, FIRST not FINAL. Baru ijazah SD yang ku terima, bukan SMP bahkan SMA. Kini ku bebas, bebas untuk sementara. Sebulan untuk rehat, otak yang digenjot membuatku sangat lelah. Dan hatiku saat itupun terarah, kepada sebuah lembaran soal, sangat seram.. Sangat menakutkan.. Hanya beberapa kata terpampang di situ, namun hasilnya akan tertulis, tercatat, teringat, dan terngiyang hingga akhir hayat.

Perjalanan ku baru sampai kaki, belum sampai bukit, bahkan puncaknya. Sebuah tapakan jari-jari mungil yang masih terlihat dan membekas di gundukkan pasir, akan selalu terlihat. Ia begitu indah dipandang, rasanya sangat sulit untuk dihilangkan. Sebuah janji kepada jari-jari yang lain, menambah keharmonisan beberapa insan yang dipadukan menjadi sebuah ukhuwah. Keislaman yang senantiasa diterapkan menjadi sebuah magnet, kemanapun pergi tapi hati tetap merekat. Kesucian yang tentu tak akan ternoda, tersimpan manis dalam album perjalananku.

Pensilku, penghapusku, entah mungkin mereka berdua sudah berpindah tempat. Biasanya, anak-anak seusiaku membutuhkan pena, pen, bolpen, ataupu sipen. Juga temannya, ex, tipex, tip-ex, putih berjalan, ataupun penghapus pulpen. Walau peraturannya begitu, akan kubawa mereka semua kemanapun aku pergi. Mereka sangat berharga. Penentu kedua, apakah aku sukses atau malah gagal?

"Bolang" atau bocah petualang, aku tak ingin mendapat sebutan itu. Tapi, aku hanya ingin menerapkan sikap dari si Bolang itu. Ia semangat, ia berani mengambil langkah. Ia bergerak. Ia selalu maju tak pernah mundur. Ia lewati berbagai macam rintangan. Badai, topan, hujan, semua ia lewati. Ia sangat luar biasa. Dan kini aku akan mengikuti jejaknya, untuk memulai petualangan baru. di jalan baruku, di lembaran suksesku, segalanya akan menyampulkan hatiku, disampulkan dengan kisah-kisah indah, inspiratif, bermakna, Islamiyah, inshaa Allah.

Ummi, ayah telah menghantarkanku, ke tempat yang membuatku malu. Ke tempat yang membuatku cengeng, ke tempat yang membuatku lebih peka. Aku malu, karena di situ, diisikan orang-orang sholeh-sholehah, diisikan para penghafal Al-Quran, dibaluti aroma syurga. Yaa, aku yakin, tempat ini akan membawaku menjadi orang yang baik di sisi Allah SWT.

Has! Penjara suci telah menantimu! Datangilah ia! Dan kau akan menjadi orang baik.
MTs.Husnul Khotimah.. Rumah keduaku.. :)
-

Komentar

Postingan Populer