Pergerakan Islam di Indonesia

Assalamu'alaikum.
Halooo.. Alhamdulillah, gak kerasa yaa sekarang kita sudah memasuki hari ke-5 Ramadhan.. sayangnya aku tak bisa ikut shaum*you know what i mean* jadi, aku lebih memilih berbagi kepada saudara-saudariku.. tentunya sambil terus berdzikir..

Kali ini aku akan bahas seputar pergerakan Islam di Indonesia. Jika kalian bertanya, "Apa gak terlalu kecil untuk tahu yang begituan?" yaaa kalau bisa tahu sejak dini, mengapa tidak? Biar dewasa nanti kita tak perlu mencari tahu lagi, tapi cukup memahami dan diterapkan. 

Kalian pasti pernah dengar yang namanya salafi, dan tarbiyah? yaa pasti pernah! Kalau gak pernah, kayaknya lo harus ke dokter spesialis ke-update-an deh? haha, gak kok, aku bercanda. Bagi yang belum tahu, makanya baca ajah. Apa itu, salafi dan tarbiyah? Itu tuh merupakan salah dua (bukan salah satu ya) pergerakan Islam yang ada di Indonesia. Lah? kenapa pake salah dua? karena ternyata masih banyak lagi pergerakan Islam di Indonesia/biar lebih mudah kita singkat saja menjadi PIDI ya. 

Aku pernah bertanya pada ummiku, kenapa sih ada orang Islam yang pake cadar tapi ummi gak pake? nah, jawaban ummi simple banget, "Itulah perbedaan fiqroh." aku hanya mangguk-mangguk aja, sok ngerti ceritanya, padahal mah belom ngerti. Tapi karena masih penasaran, yaa ane cari di tante gugel (kalo om keseringan). Keluarlah beberapa pergerakan Islam di Indonesia. Yang di sana tertulis 6 PIDI, yaitu Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin dan Tarbiyah, Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Jama'ah Tabligh, Salafiyah. Hmm.. mayan banyak juge. Aku pun mulai baca satu2 tuh referensi nya.. Pengen tahu apa aja tulisannya? nih ane kasih, copas dari web sebelah.

1. Hizbut Tahrir

Hizbut tahrir adalah organisasi yang didirikan oleh Syaikh Taqiyudin An Nabhani tahun 1953 di Palestina. Visi utama gerakannya adalah berdirinya kembali Khilafah Islamiyah yang hilang pasca keruntuhan Turki Utsmani tahun 1924. Keberadaan Khilafah dalam ideologi Hizbut Tahrir sangat vital karena merupakan syarat tegaknya Islam yang kaffah. Islam tidak bisa diterapkan secara kaffah kecuali Khilafah tegak di muka bumi. Oleh karena itu dalam gerakannya, dakwah Hizbut Tahrir selalu mengedepankan seruan penegakan syariat Islam dalam bingkai khilafah. 

Hizbut Tahrir kini menjadi salah satu organisasi yang cukup giat melakukan aktivitasnya di Indonesia, terutama kaderisasi pada para pemuda dan mahasiswa. Hizbut Tahrir menjangkau beberapa kampus di Indonesia melalui organisasi keislaman kampus yang memang berafiliasi secara ideologis dengannya.

Orang awam banyak yang mengidentifikasi ciri-ciri fisik kader Hizbut Tahrir, khususnya wanita, dengan pakaian gamis yang selalu dikenakan. Sebabnya, dalam fiqh Hizbut Tahrir, jilbab yang wajib dikenakan wanita memang ditafsirkan sebagai baju kurung (gamis), sehingga bentuk pakaian tersebut menjadi pakaian yang paling sesuai dengan syariat Islam.

2. Ikhwanul Muslimin dan PKS (Gerakan Tarbiyah)

Ikhwanul Muslimin adalah organisasi yang didirikan oleh Imam Hasan al Banna di Mesir pada tahun 1928. Visi utamanya adalah penegakan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan, yang dinaungi oleh institusi negara. Oleh karena itu, di samping program-program lainnya, Ikhwanul Muslimin selalu mengedepankan sisi politik dalam gerakannya. Meski demikian, Ikhwanul Muslimin sedikit berbeda dengan Hizbut Tahrir karena tidak memberikan titik tekan pada institusi Khilafah. Ikhwanul Muslimin juga menerima sistem demokrasi sebagai bagian dari perjuangannya, berbeda dengan Hizbut Tahrir yang menolak demokrasi.

PKS di Indonesia adalah representasi ideologis dari Ikhwanul Muslimin, meski secara struktural PKS keduanya adalah entitas yang berbeda. PKS banyak menyerap ide, gagasan, metode gerakan, hingga referensi dari Ikhwanul Muslimin. Seperti halnya Ikhwanul Muslimin di Mesir, PKS hendak menciptakan negeri yang dinaungi syariat Islam secara substantif dalam kehidupan bernegara.

Saat ini, PKS termasuk organisasi yang sistem kaderisasinya sangat rapi dan baik. Pembinaan yang mereka lakukan sudah mencakup sisi yang sangat luas. PKS sudah mampu menjangkau tidak hanya kampus-kampus strategis melalui Lembaga Dakwah Kampusnya, tetapi juga sekolah-sekolah lewat kegiatan mentoringnya. PKS cukup banyak diminati generasi muda karena pendekatannya yang friendly, persuasif, tidak memaksa, bertahap, perlahan, serta kontinyu. Sehingga generasi muda yang terbina pada umumnya tidak mengalami pergulatan pemikiran yang berat saat ditarik masuk ke dalamnya.

Masyarakat awam mengidentifikasi kader PKS dengan jilbab lebar yang dikenakan kaum wanitanya. Pada umumnya, jilbab yang mereka kenakan panjang, menutupi dada, serta bahu. Selain itu, eksistensi mereka juga ditandai dengan kegiatan mentoring/liqo, berupa pengajian pekanan kelompok-kelompok kecil peserta 5-12 orang.

3. Nahdhatul Ulama

Nahdhatul Ulama (Kebangkitan Ulama/Cendekiawan) adalah organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 di Indonesia. Visi NU yang tertuang dalam Anggaran Dasarnya adalah berlakunya ajaran Islam yang menganut Faham Ahlusunnah wal Jama’ah untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat.Normatif sifatnya. Oleh karena itu NU bergerak hampir di segala lini, seperti keagamaan, pendidikan, dan sosial serta tidak memberikan titik tekan pada aspek tertentu.

NU dikenal sebagai ormas yang bermadzhab Syafi'i yang ditandai dengan penerapan praktek keagamaan anggotanya yang menggunakan fiqh ulama-ulama Syafi'iyah. NU juga dikenal sebagai ormas yang toleran pada kultur atau budaya lokal, bahkan menjadikan kultur tersebut sebagai sarana dakwahnya.

Pesantren, lembaga pendidikan, serta majlis ta'lim NU bertebaran di Indonesia. Meski tidak secara struktural berada di bawah koordinasi NU, secara pemikiran mereka mengusung ide yang sama dengan yang dibawa NU. Mungkin itu sebabnya, meski tidak memiliki acuan yang jelas berupa kartu anggota, NU diklaim sebagai ormas yang memiliki jumlah anggota terbesar di Indonesia.

Ciri-ciri fisik warga NU tidak berbeda dengan masyarakat muslim kebanyakan. Mereka adalah representasi mayoritas dari kaum muslimin Indonesia.


4. Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta.Pada awalnya visi Muhammadiyah adalah memajukan pendidikan dan sisi sosial masyarakat muslim yang pada masa itu cukup terbelakang. Namun seiring perjalanannya, visi Muhammadiyah pun berkembang ke berbagai aspek lainnya, seperti gerakan pemurnian (purifikasi) paham agama, pemberdayaan ekonomi, hingga politik.

Tujuan Muhammadiyah yang tertuang dalam Anggaran Dasarnya adalah mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Normatif, mirip tujuan NU. Namun masyarakat melihat beberapa perbedaan yang cukup mencolok dengan NU, khususnya di permasalahan fiqh sehari-hari. Muhammadiyah tegas menolak beberapa kebiasaan masyarakat yang dianggap sebagai bagian dari TBC (Takhayul, bid'ah, dan khurafat) seperti tahlilan, tingkepan, ruwatan, dzikr berjamaah, penggunaan rukyat secara mutlak, dan sebagainya. Muhammadiyah merupakan ormas non-madzhab sehingga praktik fiqhnya tidak merefer ke pendapat ulama-ulama madzhab, namun langsung merujuk ke sumber orisinil keagamaan (Al qur'an dan Sunnah).

Saat ini Muhammadiyah dikenal luas lewat institusi pendidikannya yang bertaburan di Indonesia, dari mulai TK, SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA, hingga Perguruan Tinggi. Muhammadiyah juga banyak mendirikan panti asuhan, masjid, lembaga ekonomi, dan lembaga lainnya sebagai pengejewantahan ideologi tajdid (pembaharuan) yang dimilikinya.

Sebagaimana NU, kader maupun warga Muhammadiyah di Indonesia pun tidak memiliki ciri-ciri khusus. Penampilan mereka seperti juga penampilan masyarakat muslim mayoritas di negeri ini.

5. Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh adalah sebuah perkumpulan yang didirikan oleh Muhammad Ilyas di India pada tahun 1926. Nama Jamaah Tabligh hanyalah sebutan yang disematkan pada perkumpulan ini, karena pada awalnya Muhammad Ilyas tidak memberikan nama apa pun pada perkumpulan yang didirikannya. Visi utama dari Jamaah Tabligh adalah mengajak kaum muslimin untuk kembali pada Islam serta memurnikan tauhid mereka. Secara praktik, gerakan yang mereka lakukan adalah melalui pendekatan personal, face to face, direct selling, mengetuk rumah demi rumah untuk beribadah di masjid, dan seterusnya. Jamaah Tabligh tidak menggunakan pendekatan ekonomi, sosial, maupun politik seperti halnya gerakan lainnya.

Hal paling signifikan dari Jamaah Tabligh adalah aktivitas yang mereka sebut khuruj, yakni keluar daerah untuk berdakwah selama beberapa waktu. Mereka menggunakan masjid sebagai basis gerakannya. Saat khuruj mereka mengunjungi masjid demi masjid. Seseorang bisa merantau ke luar daerah selama 3 hari, 30 hari, 4 bulan, dan seterusnya tergantung kesiapannya untuk melakukannya. Selain mengajak warga yang mereka kunjungi untuk belajar dan beribadah, mereka juga rutin melakukan mudzakaroh atau pengajian rutin secara berkala ketika khuruj tersebut.

Masyarakat awam mengidentifikasi anggota jamaah tabligh melalui penampilan mereka, dengan sorban, janggut panjang, celana gantung, serta gamis, ataupun rompi. Kaum wanita pada umumnya jarang yang ambil bagian sehingga representasi mereka dinilai dari kaum prianya.

6. 'Salafi'


Berbeda dengan gerakan Islam yang lain, 'Salafi' bukanlah organisasi. Salafi adalah konsep pemikiran yang menisbatkan dirinya pada perilaku Rosululloh, para sahabat, tabi'in, serta ulama-ulama terdahulu (Salaf). Pada dasarnya, kaum muslimin yang meniru praktek keagamaan Rosululloh dan para sahabatnya berhak menisbatkan dirinya Salafi. Namun Salafi yang dimaksud di sini adalah Salafi dalam pengertian eksklusif.

Banyak anggota masyarakat yang menisbatkan kaum 'Salafi' kepada orang-orang yang memiliki konsep fiqh yang khas. Fiqh kaum 'Salafi' dalam banyak aspek (terutama persoalam akidah dan ibadah) mirip dengan Muhammadiyah, namun dalam beberapa aspek yang lain berbeda. Kaum 'Salafi' misalnya, menganggap isbal (pakaian yang dijulurkan di bawah mata kaki) haram, alat musik haram, gambar-gambar haram, demokrasi haram, dan sebagainya. Oleh karena pandangan fiqh yang demikian, banyak orang awam yang memandang Salafi berhaluan 'keras', meski pada hekekatnya itu dikarenakan kaum Salafi sangat berhati-hati terhadap perkara yang diharamkan Alloh.

Dalam aktivitas dakwahnya, mereka menggunakan lembaga pendidikan, media informasi, dan sosial. Kaum 'Salafi' pada umumnya menolak ikut serta dalam gerakan politik.

Ciri-ciri fisik kaum 'Salafi' pada umumnya mirip dengan Jamaah Tabligh, berjanggut panjang dan bercelana gantung. Namun sebenarnya keduanya adalah entitas berbeda. Kaum Salafi menolak praktek khuruj Jamaah Tabligh serta penggunaan hadits-hadits yang mereka anggap dhoif namun tetap digunakan Jamaah Tabligh untuk menyemangati masyarakat awam untuk beribadah.

Kaum Salafi pun berkeyakinan bahwa cadar merupakan bagian dari Sunnah Nabi, sehingga tidak sedikit kaum wanita mereka yang menggunakan cadar. Kaum wanita mereka saat keluar rumah selalu mengenakan jilbab panjang. Sedikit berbeda dengan kaum wanita PKS yang lebih dinamis, kaum wanita Salafi cederung lebih konservatif dalam hal pakaian. Mereka tidak berkenan memakai gaun/jilbab dengan warna mencolok apalagi ditambah hiasan-hiasan corak, bunga, dan sebagainya.

Meski demikian, sekali lagi karena Salafi memang bukan organisasi, penisbatan nama 'Salafi' sangat berlaku luas

nah, bagaimana? semoga cukup bermanfaat yaa..unuk tambahan aja nih.. aku bingung, memangnya pks itu PIDI yak? bukannya partai yang berlandaskan tarbiyah gituh? aku mau ralat tapi takut salah juga. jadi maaf yaa kalau salah.

Wallahu'alam.

oke2, semoga bermanfaat kawan. Maafkan bila ada salah2,
Marhaban yaa Ramadhan!! Wassalamu'alaikum. ^^

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer