Kelebihan dan Kekurangan
Kalian tahu kan, kalau setiap orang punya kelebihan masing-masing? tentu. Karena tak ada anak yang tak punya kelebihan. Semua pasti punya, namun berbeda bidangnya. Apakah kalian tahu lagi, bahwa setiapnya punya kekurangan? tentu. Karena tanpa ada kekurangan, hidup tak kan jadi seperti sekarang(jeh, gak nyambung ya--") .
Ngomong-ngomong masalah kekurangan nih, gue punya kisah singkat buat lo semua, para Muslim n Muslimah gaul.
Ada seorang anak, yang kerjaanya mengeluh terus. Biar lebih mudah, kita sebut saja dia Z(Kalau A, udah sering, kasian jadi kambing hitam mulu :p) Setiap ada try out, ia selalu mendapat nilai 10 besar dari bawah. Sehingga ia punya sikap minderan jika berbincang dengan X, si ranking 1. Tak jarang banyak perkataan Z yang negatif untuk X, misalnya, "Ih, gue males sama dia. Kenapa sih ranking 1 mulu. Serakah banget sih gak mau bagi2, gak tau apa kalo gue juga mau dapet nilai bagus. Harusnya tu orang bisa dong jadi orang bodoh." begitulah kiranya. Tapi, walaupun Z tak pernah dapat ranking di kelas, ia sangat handal dalam berenang. Ia menguasai semua gaya, bahkan ia melebihi ilmu para guru2nya di sekolah. Kebalikan X, X tak pandai berenang. Meluncur saja ia tak bisa. Jadi, tak jarang pula X iri dengan Z. Intinya, di kedua belah pihak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Pada suatu ketika, ada tugas dari sekolah bahwa akan ada ujian praktek berenang, dan membuat rangkaian listrik. Guru-guru membagi kelompok untuk tugas itu, setiap kelompok terdiri dari 2 orang. Z dan X ternyata mendapat kelompok yang sama. Ujian hari pertama adalah membuat rangkaian listrik, yang di mana itu diperlukan kecerdasan dan ketelitian dalam membuatnya. Karena ini adalah tugas kelompok, Z pun harus belajar terlebih dahulu ke X si Cerdas. Karena Z adalah anak yang mudah diatur, dengan mudah X mengajarkan Z. Paha hari H, mereka bekerja dengan baik.
Besok ujian praktek berenang, dan dinilai perkelompok. Karena X tak bisa berenang, Z pun mengajari X. Sama seperti X mengajari Z membuat rangkaian listrik. Lagi-lagi merekapun berhasil.
Akhirnya, Z dan X mengerti, bahwa dengan adanya kekurangan dan kelebihan, kita dapat mengajari satu sama lain. Bukan hanya itu, kelebihan dapat menyempurnakan kekurangan orang lain, dan kekurangan dapat disempurnakan dengan kelebihan orang lain. Tanpa ada kelebihan kita tak kan bisa menutupi kekurangan, dan tak akan ada yang dapat dibagi. Tanpa ada kekurangan, kita bukannlah manusia normal, karena kekurangan adalah hal yang fitrah dan pasti dimiliki. Kekurangan juga bisa menjadi kelebihan kita.
So, ingat kawan! Bahwa setiap dari kita pasti punya kekurangan juga kelebihan. Jadikanlah semua itu, penyempurna diri kita. Don't minder-minderan... n don't sombong-sombongan ya! :D
Ngomong-ngomong masalah kekurangan nih, gue punya kisah singkat buat lo semua, para Muslim n Muslimah gaul.
Ada seorang anak, yang kerjaanya mengeluh terus. Biar lebih mudah, kita sebut saja dia Z(Kalau A, udah sering, kasian jadi kambing hitam mulu :p) Setiap ada try out, ia selalu mendapat nilai 10 besar dari bawah. Sehingga ia punya sikap minderan jika berbincang dengan X, si ranking 1. Tak jarang banyak perkataan Z yang negatif untuk X, misalnya, "Ih, gue males sama dia. Kenapa sih ranking 1 mulu. Serakah banget sih gak mau bagi2, gak tau apa kalo gue juga mau dapet nilai bagus. Harusnya tu orang bisa dong jadi orang bodoh." begitulah kiranya. Tapi, walaupun Z tak pernah dapat ranking di kelas, ia sangat handal dalam berenang. Ia menguasai semua gaya, bahkan ia melebihi ilmu para guru2nya di sekolah. Kebalikan X, X tak pandai berenang. Meluncur saja ia tak bisa. Jadi, tak jarang pula X iri dengan Z. Intinya, di kedua belah pihak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Pada suatu ketika, ada tugas dari sekolah bahwa akan ada ujian praktek berenang, dan membuat rangkaian listrik. Guru-guru membagi kelompok untuk tugas itu, setiap kelompok terdiri dari 2 orang. Z dan X ternyata mendapat kelompok yang sama. Ujian hari pertama adalah membuat rangkaian listrik, yang di mana itu diperlukan kecerdasan dan ketelitian dalam membuatnya. Karena ini adalah tugas kelompok, Z pun harus belajar terlebih dahulu ke X si Cerdas. Karena Z adalah anak yang mudah diatur, dengan mudah X mengajarkan Z. Paha hari H, mereka bekerja dengan baik.
Besok ujian praktek berenang, dan dinilai perkelompok. Karena X tak bisa berenang, Z pun mengajari X. Sama seperti X mengajari Z membuat rangkaian listrik. Lagi-lagi merekapun berhasil.
Akhirnya, Z dan X mengerti, bahwa dengan adanya kekurangan dan kelebihan, kita dapat mengajari satu sama lain. Bukan hanya itu, kelebihan dapat menyempurnakan kekurangan orang lain, dan kekurangan dapat disempurnakan dengan kelebihan orang lain. Tanpa ada kelebihan kita tak kan bisa menutupi kekurangan, dan tak akan ada yang dapat dibagi. Tanpa ada kekurangan, kita bukannlah manusia normal, karena kekurangan adalah hal yang fitrah dan pasti dimiliki. Kekurangan juga bisa menjadi kelebihan kita.
So, ingat kawan! Bahwa setiap dari kita pasti punya kekurangan juga kelebihan. Jadikanlah semua itu, penyempurna diri kita. Don't minder-minderan... n don't sombong-sombongan ya! :D

Komentar
Posting Komentar