Keberhasilan Yang Tertunda
Salam ukhuwah, kawan. Senang bisa menyapa kalian kembali lewat blog kecilku.
Kali ini, fase hidupku sedang meraut dalam kesedihan dan kegalauan.
Ingatkah kalian dengan postingan yang sebelumnya ku bagi kepada kalian? Saat itu aku menceritakan tentang keberhasilan berdakwah di jejaring sosial. Ternyata, setelah puncak-puncaknya sukses kami, ada
beban yang begitu membuat hatiku, dan ukhti lain begitu canggung untuk meneruskan dakwah. Banyak konflik dan masalah yang kami hadapi, mau itu faktor internal, dan eksternal. Tak perlu ku jelaskan rinci-rinci masalahnya, karena ini mungkin bisa membuka aib orang lain.
Entah mengapa, begitu turun drastis semangatku. Salah satu yang membuat kami memutuskan untuk menghapus Muslim Notes, adalah dengan minimnya ilmu yang kami punya. Mungkin kalian akan bertanya, "kok pesimis banget sih?", bukan begitu. Jelas sudah terbukti, usia kami masih terbilang muda dan saaangat sulit sekali untuk menuliskan kata-kata yang berbobot "bijak islam". Di awal memang ku bilang, bahwa usia muda juga pasti bisa berdakwah. Tapi, tak semena-mena langsung saja dalam waktu yang sangat singkat. Maksudku, mungkin aku bisa berdakwah, tapi, aku harus lebih giat lagi memperdalam ilmuku sebelum akhirnya aku terjun. Apalagi, sekarang aku kelas 6 SD, tinggal dua minggu lagi aku akan US. Dan, aku harus benar-benar jeli untuk mempersiapkan ujian nanti. Menurutku, selama aku mempersiapkan diri, Muslim Notes tak akan terawat.
Intinya,waktu yang ku tempatkan tidak tepat. Karena, sekarang lagi masa-masanya sibuk. Mungkin, aku harus lebih giat lagi membaca tentang Islam, agar nanti tak keteteran lagi seperti sekarang. Aku yakin, di suatu saat nanti, aku berhasil menjadi motivator Islam dan pendakwah. Karena, setiap dari kita pasti akan merasakan keberhasilan.
Kali ini, fase hidupku sedang meraut dalam kesedihan dan kegalauan.
Ingatkah kalian dengan postingan yang sebelumnya ku bagi kepada kalian? Saat itu aku menceritakan tentang keberhasilan berdakwah di jejaring sosial. Ternyata, setelah puncak-puncaknya sukses kami, ada
beban yang begitu membuat hatiku, dan ukhti lain begitu canggung untuk meneruskan dakwah. Banyak konflik dan masalah yang kami hadapi, mau itu faktor internal, dan eksternal. Tak perlu ku jelaskan rinci-rinci masalahnya, karena ini mungkin bisa membuka aib orang lain.
Entah mengapa, begitu turun drastis semangatku. Salah satu yang membuat kami memutuskan untuk menghapus Muslim Notes, adalah dengan minimnya ilmu yang kami punya. Mungkin kalian akan bertanya, "kok pesimis banget sih?", bukan begitu. Jelas sudah terbukti, usia kami masih terbilang muda dan saaangat sulit sekali untuk menuliskan kata-kata yang berbobot "bijak islam". Di awal memang ku bilang, bahwa usia muda juga pasti bisa berdakwah. Tapi, tak semena-mena langsung saja dalam waktu yang sangat singkat. Maksudku, mungkin aku bisa berdakwah, tapi, aku harus lebih giat lagi memperdalam ilmuku sebelum akhirnya aku terjun. Apalagi, sekarang aku kelas 6 SD, tinggal dua minggu lagi aku akan US. Dan, aku harus benar-benar jeli untuk mempersiapkan ujian nanti. Menurutku, selama aku mempersiapkan diri, Muslim Notes tak akan terawat.
Intinya,waktu yang ku tempatkan tidak tepat. Karena, sekarang lagi masa-masanya sibuk. Mungkin, aku harus lebih giat lagi membaca tentang Islam, agar nanti tak keteteran lagi seperti sekarang. Aku yakin, di suatu saat nanti, aku berhasil menjadi motivator Islam dan pendakwah. Karena, setiap dari kita pasti akan merasakan keberhasilan.
Karena Muslim Notes sudah dinonaktifkan, ukhti dan akhi admin memilih dakwah lewat twitter sendiri, alias tidak membuat kelompok.
Kita lihat nanti saja masa depan. :) In shaa Allah.

Komentar
Posting Komentar