dititik terlemah
sebuah syair, bukan karya pribadi, ku petik dari antologi puisi "kuduhakan batin" sedikit kata pemanis di akhir.
.
.
.
DITITIK TERLEMAH DIRI
setiap diri tak kompromi dengan kedosaan
walau di titik krusialnya ada dosa dan kekhilafan
Allah masih selalu memberi hamba kesempatan
amal terpujinya masih harus dihasilkan
di ruas hatinya
pahala dan dosa bertemu
di ruas akalnya
ada keputusan berbuat baik atau jahat
di ruas nafsunya
semangat melampau batas merapat
di ruas nuraninya
kebaikan mengikat
namun, di genggaman kuasaNya
menakdirkan baik buruk untuk manusia
setiap hati yang pura-pura
Allah maha mengetahuinya
kebohongan, kedustaan, dan keingkaran
tak akan luput dari hisabNya
keinginan tersembunyi,
Dia mengetahui maksud ujung dan awalnya
hati yang merubah sikap, Dia mendeteksinya
manusia melemah, Dia yang menguatkan
manusia kuat, sesungguhnya Dia ingin menunjukkan kelemahan manusia
kita lemah, disitulah ujianNya menyapa kita
Lisani, 2012.
.
.
.
syair yang pas di hati dan kondisi saat ini.
semoga Allah menyucikan nurani, memantapkan hati, mengajaknya kembali pada fitrah Ilahi.
ampuni aku, yang masih suka malu-malu taubat padaMu.
maafkan aku, yang masih kelu ucap tahmid padaMu.
Engkau beri aku waktu, tapi aku tak tahu,
apakah bisa aku meniti dan menghiasinya dengan baik sepantasnya?
aku yang jauh, telah lupa cara kembali.
aku yang palsu, telah sungkan tunjukkan diri.
Engkau satu-satunya yang bisa mengerti.
aku padaMu, ya Rabbi.
...
kamar 3x4, pm 3/38.


Komentar
Posting Komentar