Corona/?
Hai! Sudah lama tak bertegur sapa. Kali ini aku mau ajak kalian untuk membahas corona.
Ah, bosen CORONA mulu
ok ok, tired of talking about it, let's discuss the other side!
disini aku juga ga mau ngebahas apa itu corona, kenapa bisa terjadi, bagaimana cara menanggulanginya, and bla bla bla etc. Kalian pasti udah khatam.
ok, gais, sebelum masuk ke inti, aku mau nanya. Sadar ga sih bahwa corona itu didatangkan Allah dengan maksud? terjadi konspirasi mengenai dari mana virus corona berasal, ada yang bilang buatan orang Amerika untuk menghancurkan ekonomi China lah, ada yang bilang corona adalah proyek kerja Illuminati untuk mengurangi kuantitas manusia di bumi lah, bahkan ada yang bilang juga bahwa corona sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu.
Yah, gais diluar itu semua,,
Poin Pertama yang harus kita pahami bahwa segala yang terjadi sekarang, datangnya corona dan lain-lain adalah Qadar Allah.
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ (Al-Buruj: 16)
Allah berbuat apa yang Allah kehendaki.
Bila Allah berkehendak serta menghendakinya, adalah mudah bagiNya, dan terjdilah hanya dengan kehendakNya,
KUN FA YAKUN. Tiada hal yang sulit bagi Allah, tiada hal yang mustahil untuk tidak terjadi jika Allah menghendaki terjadinya sesuatu dan atau tiadanya sesuatu.Dalam kehendakNya menjadikan sesuatu, ada yang melalui proses masa atau kurun waktu, ada yang seketika, dan ada yang melalui proses tahapan hingga wujud akhirnya.
Lantas, kalau ini semua memang takdir Allah? Benarkah kita untuk pasrah pada keadaan? dan salahkah kita untuk menerima musibah ini?
Temen-temen, kembali lagi ke pertanyaan awal, sadar ga sih bahwa corona itu didatangkan Allah dengan maksud? lalu, 'maksud' apa yang diinginkan Allah? musibah yang datang pada orang mukmin bisa jadi ujian, bisa jadi peringatan. Mungkin Allah lagi negur kita, "mana nih hambaku yang benar2 butuh Aku? bukan disaat terkena musibah aja." lah kita, jangankan keseharian, udah terkena musibah pun kita masih jauh dari Allah. Sudah pada tahap hamba mana diri kita dihadapan Allah?
Ingat gais, KITA PASTI SELALU BUTUH ALLAH. bukan disaat genting dan ada maunya aja, yang jelas mau kepada siapa lagi kita menyerahkan diri dan meminta selain kepada Yang Maha Pencipta?
“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS. Fatir 35: Ayat 15)
Covid-19 ini mengajarkan kita bahwa, Kebutuhan kita kepada Allah adalah kebutuhan primer paling utama, sebelum kita masuk ke kebutuhan2 selanjutnya, penuhi dulu kewajiban kita sebagai hamba kepada Allah. Mengapa kita merasa takut dengan wabah corona ini? Yah, mungkin karena kita belum dekat dengan Allah.
Poin Kedua, kita lihat anak sekolahan menjalankan KBM di rumah masing-masing, pegawai-pegawai kantoran, bekerja secara online, dan lain sebagainya. Seserius apa kita bisa menjalankan itu semua di tempat tinggal kita? Yang ada hanya ekspetasi yang terus saja dilontarkan, hari-hari lewat begitu saja tanpa ada satu pun tanda centrang yang mengisi kolom tasks dan target-target *bacit* lainnya.
Jangankan ingat Allah, untuk mengejar dunia pun rasanya sia. Tua, muda sama-sama menjadi kaum rebahan hilang akal. ckck.
Seakan-akan indahnya dunia luar selama ini sudah menipu kita, bahwasa sejatinya tempat kembali adalah rumah kita sendiri, keluarga kita sendiri. Yang tentu tidak dilupakan, dimanapun, kapanpun semua tetap pada perlindungan dan kehendakNya.
Ketika kita kembali pada rumah, pada keluarga seharusnya kita tetap bisa menjadi diri kita dengan semangat membara sama sperti saat kita berada di luar rumah, sebab keluarga merupakan sumber elemen pokok pembangunan entitas pendidikan, menciptakan naturalisasi sosial, yang membentuk kepribadian serta pembiasaan kehidupan.
Lalu, bagaimana dengan semangat yang terus naik turun ketika kita melakukan kegiatan KBM dan kerja di rumah? Yap, kita harus bisa menanamkan kesadaran bahwa belajar dan bekerja adalah program sepanjang hayat, sebab hal inilah yang seyogianya dapat menjadi penggerak diri untuk konsisten melakukan aktualisasi pengetahuan dan kehidupan.
Ok gais, temen-temenku semua, mungkin 2 poin diatas yang bisa ku ulas dari hikmah COVID-19. Dan bagiku, dan semoga bagi kalian juga, bahwa inilah 'maksud' yang Allah inginkan. Allah sedang menguji kita sebagai hamba yang butuh Allah dan Allah sedang mengingatkan kita bahwa belajar serta bekerja adalah program sepanjang hayat yang tak bisa kita tinggalkan.
Syukron 'ala husni ihtimaamikum,
WASSALAMU'ALAIKUM!! :)



Komentar
Posting Komentar