Saat Impian Hampir Menjadi Nyata
Dulu, aku kagum melihat akun-akun twitter Islami dapat beroperasi menjadi wadah bagi para Muslim. aku salut atas kerja mereka di medsos. Betapa hebatnya mereka, bisa memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana untuk dakwah, dapat memberi ilmu kepada kita semua. Betapa hebatnya pula orang-orang di balik tirai, yang menjadi inti dari akun itu. Ku pikir aku tak kan bisa menyaingi mereka, aku pikir, aku tak akan bisa membantu mereka untuk membuat generasi Islami di zaman sekarang. Aku pikir itu semua sangaaat sulit.
Kerja mereka memang luar biasa, ada yang sampai membentuk komunitas untuk wadah twitter-twitter Islami,contohnya komunitas ACI. berarti dengan adanya komunitas itu, tentu kita dapat mengetahui bahwa sudah ada ratusan akun twitter Islami di Indonesia. Subhanallah, yang awalnya hanya satu akun, sekarang bisa bercabang menjadi ratusan bahkan ribuan.
Ku intip setiap hari tweets dari akun twitter di bwah naungan komunitas ACI, contohnya @Manjaddawajada,@tausiyahku,dll. jika ada waktu, mereka akan membuat kultwit yang bukan sekedar dasarnya saja, namun sampai dalam. Tak bisa kubayangkan, butuh berapa jam mereka untuk memikirkan kultwit apa yang akan beliau-beliau ini tulis.
Mungkin, mereka yang di balik tirai itu sudah memegang KTP, alias sudah dewasa, sehingga memiliki ilmu yang tentu sudah melebihi ilmu anak SD. Tapi, apakah ada diantara akun-akun Islam yang kadernya anak SD? itu jarang. Dari situlah, muncul ideku untuk membuat akun twitter yang berasaskan usia muda.
Salah satu citaku, yang sebenarnya dari dulu sudah ku impikan, baru akan ku beritahu sekarang. Yap, aku ingiiin sekali menjadi Islamic Inspirator dan pendakwah. Aku tak memberi tahu dari dulu, karena ku kira banyak yang akan meledek ku, dan menganggapku "sok alim". memang banyak yang bilang aku begitu. Tapi, setelah aku pikir.. kenapa malu? masih mending dibilang sok alim di banding sok nakal? Toh, setiap impian orang pasti berbeda dan unik. Di luar sana juga banyak kok anak yang kecil-kecil sudah bisa menjadi da'i, dan dapat menceramahi berjuta orang. Jadi kenapa tidak? Optimis saja, I believe I can! You believe You can!
Sebenarnya, dulu aku juga sempat membuat fanpage FB, dan twitter Islami di medsos. Tapi, ternyata usahaku tak berhasil, aku tak sanggup mengurus akun itu, alhasil gagal usahaku. Aku sempat putus asa, dan tak berpikir lagi untuk dakwah lewat jejaring sosial karena takut gagal seperti dulu. Namun, setelah aku memasuki semester 2 kelas 6, aku dapat kisah dari salah satu guru di sekolahku, bahwa ada anak berusia 3 tahun sudah hafidz dan menjadi pendakwah 1000 orang. Nah, 3 tahun aja bisa, kenapa kita yang lebih, tidak bisa? Tentu bisa! Muncullah semangatku untuk membuat akun Islami lagi. Tapi, kalau ku pikir jika aku sendiri mungkin aku tak sanggup, khawatir seperti dulu. Takut malah jeadi keteteran. Aku membutuhkan bantuan orang lain. Orang tua? Tidak, mereka punya pekerjaan sendiri. Teman? Oh, akankah aku diejek kembali? Tapi, bagaimana kalu salah satu dari teman yang Muslim sejati? Yap, ini pas! Aku ajak salah satu teman akhwatku, untuk bekerja sama menjadi pengurus akun yang aku buat. Syukur alhamdulillah, ia satu minat denganku.
Kami pun mulai beroperasi tepatnya pada tanggal 31 Maret 2014 yang lalu. Hari itu, aku masih gugup dan takut salah seperti tahun lalu. Ku khususkan akun itu hanya untuk muslimah, tapi ternyata kalau untuk muslima tidak memungkinkan bisa banyak yang mem-follow. Akhirnya aku dan partnerku menggantinya untuk semua kalangan, mau itu akhwat ataupun ikhwan. Karena merasa belum puas dengan minimnya ilmu kami, akhirnya kami pun mengajak salah satu ikhwan yang akrab dengan siapapun. Beliau pun akhirnya menerima tawaran kami, dan alhamdulillah sampai sekarang kami bertiga sedikit-sedikit bisa membantu menciptakan generasi Islami wa Qur'ani lewat jejaring sosial.
Betapa senangnya, semoga tetap istiqomah hingga akhir, walaupun masih pemula, semoga dapat terus lebih baik
. Inilah jalan menuju kesuksesan ku.. tanpa ada partner yang bersedia menjadi admin dan setia untuk membantu untuk menggali cita-citaku, mungkin aku tak akan berhasil berdakwah melalu internet. Semoga ini adalah jalan terbaik untuk suksesku. Inilah saatnya IMPIAN HAMPIR MENJADI NYATA !
Ingat kawan,,, Laa tahzan, jadikanlah lingkunganmu sebagai penyemangat dirimu! Yakinlah, bahwa semesta pasti mendukung, dan Allah kan beri yang terbaik.. aamiin..
ini langkahku, langkahmu? :)
Kerja mereka memang luar biasa, ada yang sampai membentuk komunitas untuk wadah twitter-twitter Islami,contohnya komunitas ACI. berarti dengan adanya komunitas itu, tentu kita dapat mengetahui bahwa sudah ada ratusan akun twitter Islami di Indonesia. Subhanallah, yang awalnya hanya satu akun, sekarang bisa bercabang menjadi ratusan bahkan ribuan.
Ku intip setiap hari tweets dari akun twitter di bwah naungan komunitas ACI, contohnya @Manjaddawajada,@tausiyahku,dll. jika ada waktu, mereka akan membuat kultwit yang bukan sekedar dasarnya saja, namun sampai dalam. Tak bisa kubayangkan, butuh berapa jam mereka untuk memikirkan kultwit apa yang akan beliau-beliau ini tulis.
Mungkin, mereka yang di balik tirai itu sudah memegang KTP, alias sudah dewasa, sehingga memiliki ilmu yang tentu sudah melebihi ilmu anak SD. Tapi, apakah ada diantara akun-akun Islam yang kadernya anak SD? itu jarang. Dari situlah, muncul ideku untuk membuat akun twitter yang berasaskan usia muda.
Salah satu citaku, yang sebenarnya dari dulu sudah ku impikan, baru akan ku beritahu sekarang. Yap, aku ingiiin sekali menjadi Islamic Inspirator dan pendakwah. Aku tak memberi tahu dari dulu, karena ku kira banyak yang akan meledek ku, dan menganggapku "sok alim". memang banyak yang bilang aku begitu. Tapi, setelah aku pikir.. kenapa malu? masih mending dibilang sok alim di banding sok nakal? Toh, setiap impian orang pasti berbeda dan unik. Di luar sana juga banyak kok anak yang kecil-kecil sudah bisa menjadi da'i, dan dapat menceramahi berjuta orang. Jadi kenapa tidak? Optimis saja, I believe I can! You believe You can!
Sebenarnya, dulu aku juga sempat membuat fanpage FB, dan twitter Islami di medsos. Tapi, ternyata usahaku tak berhasil, aku tak sanggup mengurus akun itu, alhasil gagal usahaku. Aku sempat putus asa, dan tak berpikir lagi untuk dakwah lewat jejaring sosial karena takut gagal seperti dulu. Namun, setelah aku memasuki semester 2 kelas 6, aku dapat kisah dari salah satu guru di sekolahku, bahwa ada anak berusia 3 tahun sudah hafidz dan menjadi pendakwah 1000 orang. Nah, 3 tahun aja bisa, kenapa kita yang lebih, tidak bisa? Tentu bisa! Muncullah semangatku untuk membuat akun Islami lagi. Tapi, kalau ku pikir jika aku sendiri mungkin aku tak sanggup, khawatir seperti dulu. Takut malah jeadi keteteran. Aku membutuhkan bantuan orang lain. Orang tua? Tidak, mereka punya pekerjaan sendiri. Teman? Oh, akankah aku diejek kembali? Tapi, bagaimana kalu salah satu dari teman yang Muslim sejati? Yap, ini pas! Aku ajak salah satu teman akhwatku, untuk bekerja sama menjadi pengurus akun yang aku buat. Syukur alhamdulillah, ia satu minat denganku.
Kami pun mulai beroperasi tepatnya pada tanggal 31 Maret 2014 yang lalu. Hari itu, aku masih gugup dan takut salah seperti tahun lalu. Ku khususkan akun itu hanya untuk muslimah, tapi ternyata kalau untuk muslima tidak memungkinkan bisa banyak yang mem-follow. Akhirnya aku dan partnerku menggantinya untuk semua kalangan, mau itu akhwat ataupun ikhwan. Karena merasa belum puas dengan minimnya ilmu kami, akhirnya kami pun mengajak salah satu ikhwan yang akrab dengan siapapun. Beliau pun akhirnya menerima tawaran kami, dan alhamdulillah sampai sekarang kami bertiga sedikit-sedikit bisa membantu menciptakan generasi Islami wa Qur'ani lewat jejaring sosial.
Betapa senangnya, semoga tetap istiqomah hingga akhir, walaupun masih pemula, semoga dapat terus lebih baik
. Inilah jalan menuju kesuksesan ku.. tanpa ada partner yang bersedia menjadi admin dan setia untuk membantu untuk menggali cita-citaku, mungkin aku tak akan berhasil berdakwah melalu internet. Semoga ini adalah jalan terbaik untuk suksesku. Inilah saatnya IMPIAN HAMPIR MENJADI NYATA !
Ingat kawan,,, Laa tahzan, jadikanlah lingkunganmu sebagai penyemangat dirimu! Yakinlah, bahwa semesta pasti mendukung, dan Allah kan beri yang terbaik.. aamiin..
ini langkahku, langkahmu? :)


Komentar
Posting Komentar