Cinta itu Fitrah #UdahPutusinAja

Bismillah..
KITA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI CINTA. TIADA YANG SALAH KARENA CINTA ADALAH ANUGERAH. Justru cintalah yang memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan dan menerbitkan harapan. Tiada masalah ada cinta pada manusia dan tiada pernah Allah karuniakan selaksa cinta untuk menyiksa. Allah turunkan cinta agar dua insan dapat bersama sama satu bahtera asa.

Cinta adalah Pemberian Allah dan karunia-Nya. Allah menananmkan rasa cinta pada jiwa kita sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya.

Allah yang menjadikan rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta manusia terhadap apa pun yang diinginkan di dunia.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik(Surga)"
(QS Ali 'Imran : 14)

Lebih tinggi dari itu Allah menjadikan rasa cinta dan kasih sayang sebagai tanda bagi orang yang beriman.
"Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang"
(QS Maryam : 96)

Cinta bagi manusia adalah bagian dari fitrah, sebagai naluri-naluri, al-ghara'iz. Al-ghara'iz adalah naluri-naluri yang tidak dapat diindra mata, namun terdapat pada manusia dan ia menuntut pemenuhan.

Al-ghara'iz bisa jadi naluri untuk memperthankan eksistensi dan berorientasi pada diri sendiri( gharizah baqa'), seperti rasa ingin dihargai, takut bila merasa terancam, dan lainnya, Bisa pula nluri untuk melanjutkan keturunan (gharizah nau'), seperti rasa sayang terhadap orang tua dan anak, saudara, ataupun lawan jenis. Bisa pula terwujud dalam naluri untuk menyucikan sesuatu (gharizag tadayyun), seperti rasa tajub saat melihat sesuatu yang agung ataupun naluri untuk beragama itu sendiri.

Cinta itu sebagaimana yang kita bahas adalah gharizah nau', dan sebagaimana naluri-naluri yang lain, ia menuntut pemenuhan, Maka wajar saat seorang sudah baligh, ia mulai merasakan naluri ini. Bukan sebagai tanda yang salah, namun sebagai indikasi bahwasanya ia sudah siap melanjutkan keturunan manusia.
Bila cinta adalah karunia Allah Swt., mustahil Allah mengaruniakan sesuatu yang buruk.

Cinta bisa dimaknai sebagi potensi maksiat, juga bisa sebagai potensi taat.
Makna cinta itu luas, maka jangan disempitkan dengan syahwat, kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan hanya dengan baku maksiat. Islam adalh agama yang mengajarkan cinta kasih. Cinta dari seorang suami kepada istrinya dan sebaliknya, dari abi-umi ke anak dan sebaliknya, sesama saudara, sesama manusia, dan seterusnya.

Islam tidak pernah mengharapkan cinta, Islam mengajarkan cinta agar dapat berjalan pada koridor yang semsestinya. Islam mengatur bagaimana cara menunaikan cinta kepada orang tua, saudara, dan lawan jenis. Bila kita bicara cinta lawan jenis, satu-satunya jalan adalah pernikahan yang dengan semuanya cinta itu jadi halal dan keberkahan.

Sebaliknya, Islam melarang keras segala bentuk interaksi cinta yang tidak halal. Bukan karena apa pun, tetapi karena Islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencefah kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada manusia itu sendiri. Cinta yang tak semestinya, cinta yang tidak halal, itulah jenis cinta yang merusak.

Sialnya, kaum Muslim kini hidup dalam kungkungan masyarakat yang sebagian besar salah kaprah memahami cinta. Kita hidup dalam masyarakat yang mendewakan kepuasan badani lewat eksploitasi seksual yang mereka kira sebagai cinta.. ckckck..

Tidak dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah berganti dengan pergaulan bebas. Ada yang menyebutnya pacaran, dibalut dalam alasan kakak-adik, teman dekat, ataupun yang lainnya.

Sayangnya, semua alasan yang dikemukakan, kelak tiada akan bisa terucap. Karena di hadapan Allah akan bersaksi seluruh bagian tubuh walau lisan kita mengemukakan  alasan dan pembenaran.

Sedari dini mari mendidik cinta agar ia bersemi dalam taat, bukan maksiat..

Ingin tahu bagaimana tentang cinta di Islam lebih dalam? Baca segera buku 'Udah Putusin Aja!' karya Ustad Felix Y. Siaw. Bukunya sangat memotivasi kita para remaja untuk tidak berlebihan soal cinta, so cool deh! :)

Komentar

Postingan Populer